Seharusnya Aku Acuh

Seharusnya aku acuh.... Acuh terhadap dia tanpa memberikan titik peluang untuk masuk ke ruang kosong yang tak bisa dihuni oleh siapa pun. Dan bukan orang seperti dia yang di izinkan masuk kalau hanya sebatas mampir. Seharusnya aku tak peduli dengan keberadaan nya, tak peduli dengan kehadiran nya yang hanya menepis luka. Tapi bagaimana bisa aku melakukan itu, karena pikirku dia orang tulus dan baik. Dan tak sedikit pun ku berprasangka buruk tentang nya. Karena ku slalu yakin Tuhan akan slalu mempertemukan aku dengan orang yang baik & Tulus. Itu cara pikir ku yang salah, kalau dia baik tidak akan meninggalkan ku secepat itu. Dan ini kenyataan terpahit yang harus ku terima yaitu melepaskan kepergian nya. Huffft.... Meski ku sangat tidak terima kenyataan ini. Karena aku sudah tenggelam kebawa ke arus melodi rasa yang ditulahkan olehnya. Ia berhasil menghipnotis ku dengan virus yang membuat ku melayang tinggi bersama angan & harapan yang telah ia tetapkan untuk ku. Aku sempat tak percaya, karena itu hanya sebuah buain semata yang hanya menarik perhatian ku. Tapi semakin berjalannya waktu yang menyudutkan perasaan ku semakin bergejolak kencang. Bahkan kekhawatiran ku akan kehilangan pun membuat ku resah melanda. Mungkin ini yang dinamakan definisi jatuh cinta. Seharusnya aku acuh, Tidak mempedulikan keberadaan nya atau pun merasa takut akan kepergian nya. Karena ini sudah menjadi takdir dalam pertemuan pasti akan ada akhir untuk berpisah. Aku yang salah, tidak bisa mengelola hati ku dengan baik kepada siapa aku harus jatuh cinta. Aku yang salah telah menjabarkan soal rasa kepada orang yang mengabaikan rasa. Seharusnya aku acuh dengan kedatangan nya yang buat ku terombang ambang dengan rasa delema yang pada akhirnya mengutuk diri ku sendiri untuk lebih hati hati terhadap orang asing yang baru men-tamu. Seharusnya aku acuh...... Agar tak ada luka luka baru yang tak kunjung pulih.

Komentar

Postingan Populer