Rasa Yang Menggelamkan Kecewa
Ku ingin kembali terhadap peristiwa dimana aku dan kamu saling bertukar canda dan kisah. kembali dengan masa dimana kita saling bertegur sapa via telepon ataupun pesan.
jujur aku merindukan itu, mengapa harus ada jarak diantara kita ? aku semakin tak mengerti dengan diagnosa drama yang kita perankan. mengapa harus ada kisah yang membawa kita bermain dengan hati ?
apa aku yang salah menempatkan perasaan, atau aku yang mudah menjatuhkan hati sehingga aku yang tenggelam dengan rasa kecewa. aku yang memulai memerankan kisah ini sehingga aku yang tersungkur dari jeratan rasa sakit oleh ulah ku sendiri.
rasanya ku ingin pergi dari gelombang rasa yang mudah muncul secara tiba tiba sehingga terjangkit oleh virus keretakan hati. tapi sulit untuk pergi darinya, sulit untuk tak lagi berada disamping nya. aku sudah terlalu nyaman dan jatuh cinta terhadapnya tapi aku tak mampu untuk mengatakannya, lidah ku tetrlalu kelu.
aku takut kehilangannya, rasanya tak mungkin bila dia pun memiliki rasa yang sama karena ku sadar aku hanya sebatas teman bukan seseorang yang istimewa di ruang hatinya.
air mata pun tergenang dengan kepergian nya, ini adalah boomerang untuk diri ku sendiri yang telah bermain dengan hati. tak seharus nya aku memulai kisah ini yang akan berakhir dengan sebuah perpisahan.
rasa yang menggelamkan ku dengan rasa kecewa yang membuat ku semakin takut memulai cerita yang baru. tapi ini dibangun hanya sebuah rekayasa semata untuk membuat kita sama sama asyik dalam becanda. aku hanya pemeran cadangan bukan lah pemeran utama yang di prioritaskan.
mungkin aku yang terlalu banyak memaksakan untuk tetap singgah, tapi ia sudah tak nyaman untuk singgah.
yaaaah... aku salah, salah telah membuatnya terpaksa untuk bertahan. harusnya aku melepaskan kemana ia melayang jauh atau pun membebaskan ia terbang kemana pun ia pergi. bukan menahan, apaa hak ku untuk membuatnya bertahan sedangkan aku bukan lah rumah ternyaman untuk nya.
lagi lagi aku yang menumbuhkan rasa dengan sendirinya yang berakhir dengan luka kecewa.


Komentar
Posting Komentar