AIR MATA JUANG DI KOTA RANTAU

Aku tau rasanya tercabik cabik dengan cercaaan tapi aku menelannya, tau bagaimana terpatahkan dengan perlakuan tidak adil lagi lagi aku menelannya, tau hancurnya sebuah harapan yang teremehkan aku pun menelannya, mentalku sudah terlatih dari umur 7 tahun di tinggal rantau ibu & bapak dan singgah bersama saudara apakah ku di perlakukan dengan baik, dan jawabannya adalah TIDAK. aku memang tinggal dengan mereka tapi hati ku slalu merasa asing. Slalu di tempah dengan hal hal yang tidak di usia seperti ku untuk bisa menerimanya. Bahkan bukan hanya itu saat ku masuk ke jenjang SMP aku pun menjadi bullying teman teman ku dan aku slalu menelannya, setelah itu aku masuk SMA dan masih mengalami hal yang sama selesai SMA aku menginginkan utk kuliah tetapi ibu ku tdk ada biaya dan akhirnya aku pun nekat mencari kerja sana sini dengan modal SKL, saat itu IJAZAH blm keluar jadi hanya modal sebuah lembar kertas dinyatakan lulus untuk lampiran lamaran kerja bagaimana caranya harus mendapatkan pekerjaan agar dapat uang buat biaya kuliah. Tiga bulan kemudian aku di nyatakan di terima di perusahaan Jepang di Cikarang saat itu sudah punya modal untuk kuliah tapi lagi lagi harus ke pending di karena kan pendaftaran sudah ditutup. Dan aku menundanya di tahun depan setelah ku menundanya di tahun depan aku pun dinyatakan finish contrak dan akhirnya harus menundanya sampai mendapatkan pekerjaan kembali. Bukan hanya di situ petualangan ku aku masih berkelana didunia perindustrian Cikarang selesai dari perusahaan pertama aku pun mengikuti agen/Calo untuk bekerja di perusahaan manufaktur karena tertarik penghasilan nya meski banyak sekali krikil krikil yang harus ku telannya, apapun pekerjaan kita ataupun profesi kita tidak ada yang namanya ENAK pasti akan menemukan titik tidak nyaman bahkan ingin kabur rasanya tapi itu adalah pengecut yang slalu tersembunyi dengan suatu rintangan yang menghadang. Dan setelah ku bosan penjelajahan ku di Cikarang aku pun balik ke ibu kota tempat awal ku merantau yaitu di Jakarta. Aku pun pernah bekerja di toko herbal yang hanya 3 hari setelah itu ku ditawarkan utk bekerja di Cibubur selama 6 bulan, lalu bekerja di toko kue majestik selama 3 hari. Dan yang terakhir ku bekerja di toko mable triplek sebagai admin apakah aku tidak menelan cercaaan berupa tindasan dari seorang atasan, aku mengalami nya bahkan di banting kursinya pun pernah didepan customer sampai nota nota penjualan yang mau aku input pun disebar berserakan di lantai. Apa yang tidak pernah ku telan, ku telan asam pahit getirnya dari paruh juang ku selama hidup di kota rantau. Memang mungkin ada yang lebih parah dari cerita ku ini tapi ku yakin pengalaman berharga adalah air mata juang yang tak pernah luntur meski harus jatuh bangun kemudian bangkit kembali. Percayalah tidak ada perjuangan yang sia sia semua akan ada hasil sesuai dengan kerja keras yang tertuai dengan sungguh sungguh. Semoga cerita ku ini terselip sedikit manfaat.

Komentar

Postingan Populer