Assalamualaikum, Calon Tulang Rusukku
pagi yang indah nan sejuk ini membuat ku menikmati udara yang lebih segar. hari ini adalah hari yang membuat ku berdegup kencang karena hari ini aku sidang skripsi, akhirnya perjuangan ku 4 tahun tuntas di hari ini. semoga sidang skripsi ku lancar dan membuahkan hasil yang membanggakan abi dan umi. hay nama ku Nayla Shihab, aku seorang mahasiswi akhir di Universitas Pancasila Depok, dan aku mengambil jurusan psikologi. aku anak ketiga dari ketiga bersaudara alias anak bontot. kedua kakak ku laki laki, mereka sedang melanjutkan pendidikan S2 & S3 diturki. kedua kakak ku bernama Mas FIrman dan Mas Rama. mereka beda usia hanya satu tahun kalau sama aku beda usia 4 tahun. mereka adalah kakak terbaik dan penyayang. biasanya kalau mereka pulang ke indonesia slalu membawakan oleh oleh kesukaan adek kesayangannya yaitu Cokelat khas turki.
dan hari ini aku di temani oleh mereka, mas firman & mas rama, karena mereka menantikan aku untuk wisuda di tahun ini. selain mereka, abi dan umi pun mendampingi aku untuk lebih tenang ketika sedang presentasi. tak lama kemudian mas firman menghampiri ku di ruang tamu yang sedang berkecamuk dengan gugup dan grogi.
"dek... gimana kamu sudah siap ?" ucapnya
"Nay deg deg an nih mas, huuuu." jawab ku.
"hmmmm bismillah, semoga Allah memberikan kelancaran." ucapnya.
"Aamiin....." jawab ku.
setelah berbincang bincang dengan mas firman kemudian abi dan umi pun menghampiri kami untuk bersiap siap berangkat ke kampus. "senang melihat antusias mereka yang ingin mendampingi ku sidang, semoga saja tak mengkecewakan mereka." ucapku dalam hati.
Abi :"dek... bagaimana sudah siap kalau sudah siap kita berangkat yuk."ajaknya
umi : "umi sudah tak sabar ingin melihat kamu lulus wisuda, semoga kamu bisa lulus coumloudge seperti mas mas mu ini hehehhe." kata bijaknya sambil merangkul.
mas rama : "Abi... umi... sudah siap kah ? kalau sudah ayooo berangkat nanti Nay terlambat lagi."ajaknya mas rama.
akhirnya kami pun menuju ke garasi mobil untuk menaiki mobil dan berangkat untuk menuju ke kampus. di dalam mobil ku pun menikmati alunan musik kesukaan ku untuk menenangkan hati ku yang sedang berkecamuk dan gulana karena akan maju sidang. mas rama pun yang super jail dan iseng slalu menganggu ku yang sedang menikmati musik yang ku suka.
mas rama :"dek..... kuasaiin tuh materinya jangan dengerin musik ajaah, nanti gak lulus aja." katanya sambil matiin musik mp3 nya.
Nayla : "isssh.... mas rama rese, emang mau aku gak lulus....?" nada sebal sambil nyalain musik kembali.
mas rama : "hmmmm gimana yaaaaah.... hehehehhe canda wkwkkw." nada usilnya.
Abi : "mas ram... jangan usil akhhh sama adek nya."ucapnya
mas rama : "iya bi hehehhe becanda doang hahaha."
setelah menikmati perjalanan dengan alunan musik kesukaan ku, tidak lama kemudian sampai lah di kampusku. jantung ku pun berdegup kencang semakin tak karuan berkecamuk dengan kegugupan dan grogi. ketika turun dari mobil tiba tiba temen ku yang bernama ratih pun menarik tangan ku untuk menunjukaan sesuatu ke arah Lab Bahasa yang tidak jauh dari tempat parkiran mobil.
Ratih : "Nay.... sini deh."ucapnya sambil narik tangan.
Nayla : "ada apa sih tih kayak nya penting banget."ucapku
Ratih : "lihat tuh....siapa yang ada di depan ruang bahasa yang ngobrol sama ka fanya." ungkapnya.
Nayla : "loh... itu kan Mas Dhimas, ngapain dia di situ." tanya ku sambil bingung.
Ratih : "hmmmm itu dia yang dari tadi ku heran nay, yaudah lah yuk kita masuk ke ruang sidang sebentar lagi nama kita di panggil loh."ajaknya sambil menuju ke ruang sidang.
Nayla : "yaudah ayo lah...."kataku sambil menganggukan kepala.
Mas dhimas adalah dosen Fakultas Psikologi, dia adalah laki laki yang ku kagumi selama 4 tahun ini. aku pun hanya memendam rasa ku untuknya dan ratih yang menjadi coretan cerita tentang dia dan pendengar setia dari segala pahit piluh ku selama ini. di hari ini adalah hari yang sangat menegangkan untuk ku, jantung ku pun semakin berdegup kencang harus menunggu giliran nama ku yang di panggil oleh dosen penguji ku. keluarga ku pun ikut cemas melihat kekhawatiran di wajah ku yang tak bisa tenang.
tidak lama kemudian, Ratih pun keluar dari ruangan sidang dengan senyuman sumringah nan lega, sekarang bergiliran aku yang masuk ke ruang sidang dengan hati berkecamuk dan berdenyut nadi yang tak beraturan karena gugup & grogi untuk berpresentasi. lalu ratih pun membisik kan ke telinga ku, "nay....mas dhimas yang menjadi dosen pengujimu, semangat ya nay."ungkapnya ratih. aku pun hanya terdiam dan menundukan kepalanya, tak mampu berkata kata hanya perasaan ku yang terkadang suka berlebihan ketika harus bertemu dengannya dan menatapnya lebih lama. aku pun tak mampu untuk memasuki ruang sidang dan harus di uji olehnya, pikiran ku kacau hati ku remuk, jiwa ku rapuh, kosentrasi ku pun lenyap dengan sekejap, aku tak bisa fokus, aku hanya pasrah jika ku harus mengulang sidang di tahun depan karena ketidak mampuan ku untuk berhadapan dengannya. entah hati ku semakin sakit ketika harus berjumpa dengannya. tapi langkah demi langkah harus ku tempuh, dengan menyebut Asma indah Nya yaitu Bismillahirrahmanirrohim...semoga Allah lancarkan lidah ku yang kelu ini.
lalu aku pun memasuki ruangan itu dengan mengucapkan, "Assalamualaikum, WR WB." kemudian mereka pun menjawab salam ku. aku pun tak ingin basa basi langsung saja membuka laptop ku dan mulai nya dengan pembukaan.

Komentar
Posting Komentar